Jakarta ,Luna Berita – Sebuah mobil yang diduga milik pejabat menjadi sasaran amukan massa dalam aksi unjuk rasa menolak tunjangan rumah DPR RI sebesar Rp50 juta. Massa yang terprovokasi melempari kendaraan dengan batu hingga kaca pecah, membuat penumpang wanita di dalamnya ketakutan.
Namun belakangan diketahui mobil berpelat nomor khusus “ZZH” itu bukan milik anggota DPR, melainkan milik seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial BB yang menjabat sebagai dirjen di sebuah kementerian. Polisi menegaskan pelat tersebut bukan untuk kendaraan dinas pejabat DPR maupun instansi militer.
Baca Juga : Tragis! Ojol Ditabrak dan Dilindas mobil Brimob!
Peristiwa terjadi pada Senin (25/8/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, saat mobil Hyundai Palisade hitam itu keluar dari kompleks DPR dan memutar balik di bawah flyover Gerbang Pemuda, Senayan. Di lokasi tersebut, massa yang sedang berdemo menghadang dan merusak kendaraan dengan batu, bambu, hingga tangan kosong.
Pengemudi panik dan mencoba melarikan diri, namun kerumunan terus mengejar hingga mobil mengalami kerusakan parah di bagian kaca dan bodi. Korban merasa dirugikan dan melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyatakan hingga kini identitas lengkap pemilik kendaraan masih dirahasiakan, namun dipastikan bukan milik anggota DPR.
Aksi demonstrasi pada hari itu diikuti buruh, mahasiswa, pelajar, hingga driver ojek online yang memprotes kebijakan DPR terkait kenaikan tunjangan dan gaji anggota dewan.
Di media sosial, banyak warganet meluapkan kemarahannya. Beberapa komentar yang ramai disorot antara lain: “Hancurkan mobilnya! Mobil itu dibeli dengan uang rakyat.” Ada pula yang menulis, “Mobil itu pakai uang kita, jadi suka-suka kita mau diapakan.” Komentar-komentar ini menggambarkan kuatnya sentimen publik terhadap fasilitas mewah pejabat di tengah kondisi masyarakat yang kian terhimpit.